Senin, 18 November 2013

Tidak Lagi, Tidak Boleh Lagi.

Dahulu saya berpikir, setiap orang selalu diberi kesempatan kedua, apabila ia cukup beruntung, mungkin orang disekitar bisa bersabar.
Tetapi lambat laun, kenyataan dengan bayangan saya seperti berbeda jauh.
Ternyata saya telah terjerembab, di kesalahan yang bodoh.
Kesalahan yang berulang-ulang, berlarut-larut.
Tidak bisa hilang ya rupanya, sesimple itu.
Tidak bercermin, tidak melihat pada realita, hanya mau berpikir pada bayang-bayang utopia.
Mungkin saya sangat egois, hanya tidak ingin sendiri. Benarkan demikian?
Untuk statuskah? Tidak punya harga diri lagi..
Lantas untuk apa? Tidak kamu cari arti itu?
Jadi apa saja?, Kamu belum pernah jadi apapun. Seharusnya apa yang dari awal dikejar, bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba dan seketika merebut segala perhatianmu.
Fokus. Satu kata yang sulit untuk direalisasikan ketika, ketika tiap hari, dibayang-bayangi kecemasan, kekhawatiran, paranoia yang tidak jelas. Delusi yang dihasilkan pikiran ini sendiri.
Apa manfaatnya? Kenapa? Masih? Tidak jera?
Sudah dapat apa?
Rentetan pertanyaan yang kutujukan pada diri sendiri, yang selamanya tidak dapat kujawab dengan kejujuran hati.
Racun apa yang sudah menghinggapi logikamu? Punya masa depan apa, kalau selalu disibukkan dengan cerita orang lain?
Kamu tidak menulis cerita untuk dirimu sendirikah? Apabila dirimu merasa mampu, siapa pula dirimu mampu mengangkat dirimu sendiri.
Temanmu memang ada, ada. Tapi di tengah kelammu, kumuh, luluhmu, apa mereka akan selalu menolongmu?
Rencana apa lagi?
Belum jera.. belum..

Katakanlah, tidak dan tidak lagi. Betapa susahnyapun hal itu dilepas, kamu tahu mana yang lebih baik. Sekarangpun sanggupkanlah sesuatu yang berat itu, bila memang beban itu tidak pernah begitu menguatkanmu..
Maka untuk apa lagi dipertahankan, itu hanya kerisauanmu yang tak berujung.
Bukan tuntunan yang benar. Kembalilah dirimu, peganglah perkataanmu.

Berdamailah dengan dirimu sendiri, dan kembalilah ke jalan mana yang benar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar