Selasa, 25 Februari 2014

Little thing that matters

Selamat datang kawan di blog saya, udah lama ga update sejak tahun lalu ya *berasa lama. Oke tahun 2014, tidak terasa bulan Januari lalu saya sudah menginjak usia 21 tahun *yihaaaa.. mendadak merasa tua, kasih selamat dong*, ngga ada yang spesial sih. Awal tahun ini diisi dengan UAS (yang untungnya menghasilkan nilai lumayan untuk IPK) juga liburan yang so-so dan boring. IPK naik bagus, saya tidak pernah membayangkan bakal begini dari IP dibawah 3 jadi diatas 3, muka senang. Hihihi, tanda bagus saya lumayan mau bekerja keras dalam belajar, walaupun masih dalam kategori malas. Menyibak hari demi hari yang dilalui saya sempat dan masih menyesal mengapalah saya belum berubah. 

On topic-nya adalah, Little thing that matters (hal kecil yang berpengaruh). Mereka mengenal saya - NIKKI SAMUASA - sebagai pribadi yang pendiam, tidak suka bergaul, menakutkan<-untuk cewe mungkin.., kumuh, dan pemalas. Saya sepertinya sudah bisa terbiasa dengan segala julukan itu dan bagi saya tidak masalah *ya begitu memang kenyataannya :v . Satu hari saya dan ketiga teman karib saya (namanya saya ganti jadi Mbel, Tong dan Mbul) membuat inisiatif di awal tahun, kami sepakat *selayaknya anak muda yang mengaluri rumitnya kehidupan masa transisi -apasih?* untuk membuat resolusi tahun ini, ya.. tahun ini which is 2014 *prok-prok lagi dong, garing woy!!* . Nah disitu (di secarik kertas lusuh) saya oret-oret (tulis) resolusi saya untuk tahun ini, gaya saya menulis kayaknya sok deh.. dan poin-poin yang dituangkan easy but not ease.. Malam itu kami 'berkomitmen' untuk 'berani'.. This is our time, this is the moment of courage (waktunya tampil berani). Semuanya submit, semuanya setuju, semuanya optimis dan semuanya mau berusaha, semuanya menjalankan dengan waktu dan caranya masing-masing. 

Langkah awal tadi.. sebenarnya adalah satu hal yang memicu sebuah kehilangan nilai dalam diri saya, Little thing that matters, yaitu keberanian untuk berkomitmen (selanjutnya bertanggungjawab) *eh.. serius amat pak..*. Selama ini saya sadar *pake banget* saya ini terbawa arus.. maunya gak ngapa-ngapain tapi dapet apa-apa.. saya pasif banget orangnya. Penakut, sok tahu, dan kalau mau dibilang sok nggurui (sok menasehati gitu deh) tapi gak ada satupun nilai keberlakuan dalam diri saya sendiri *sedih dan meratap betapa pak tessy, eh pathetic*.. Saya kehilangan segala apa yang pribadi diri yang saya punya sewaktu kecil, saya yang selalu tersenyum tak peduli betapa jelek senyum saya, saya yang selalu mau tahu tak peduli betapa mengganggunya saya bagi orang lain.. Saya kehilangan sesuatu untuk menikmati hidup, saya tidaklah anak kecil tapi saya juga belum dewasa. Saya berpikir bahwa saya hanyalah sampah masyarakat, dan segala sesuatu yang sudah saya capai, hanyalah pure luck yang gak ada artinya sama sekali di mata orang.

Kesadaran seperti inilah, yang saya ingin jadikan sebuah thing sebuah benda sebuah motivasi sebuah jalur pacu untuk mau berubah, bergerak meski lamban namun pasti. Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, bahwa orang sukses itu berawal dari kemauan dan usaha, meski ia sendiri tidak langsung tahu apa yang akan didapat kedepannya, tapi ia selalu beriman lagi percaya.

Hmmm... Little thing that matters, komitmen untuk berani itu saya temukan, bila saya tahu tujuan hidup. Tujuan hidup.. masih-masih sangat kabur, saya tahu saya masih menjadi beban orang tua, saya juga masih menjadi beban bagi teman, saya juga selalu kabur dari realita, dan saya sepenuhnya sadar. Oleh karenanya hal kecil itu juga, saya mau berubah, demi semua orang yang sudah saya bebani *berikan aku harapan* ..

Juga Little thing that matters, saya.. termotivasi oleh seseorang. Mungkin tidak langsung saya seberani seperti dia, tapi saya juga mau jadi seperti dia. Dia mungkin tidak menoleh pada saya, saya juga tidak paham siapa dia. Saya melihatnya sebagai sosok yang luar biasa, tulus juga sangat murah hati, rendah hati, optimis, dan saya paling suka adalah bahwa dia tidak pernah ingin untuk menghakimi orang seenaknya dan saya bisa paham.. Dia mungkin biasa, dan melakukannya dalam taraf biasa. Tetapi apa yang saya lihat, dia berjuang, dia memaksa (dalam hal baik), dan dia memberanikan diri untuk itu. Tidak banyak orang yang saya lihat tanpa cacat cela, tapi bagiku kamu mendekati itu. Dia juga makhluk pemimpi sepertiku, dia juga manusia biasa yang bisa malas sepertiku, dia juga mungkin pendiam, tetapi.. tetapi.. dia melampauinya, bukan untuk menjadi orang lain, tetapi untuk menjadi dirinya yang lebih dari pribadi yang lama. Ya saya terinspirasi anda. Sayapun tidak akan malu mengakuinya. Untukmu yang sudah menjadi terang, aku berterimakasih *aihhhhh

Saya tidak berharap, saya bisa menjadi sinar di langit. Little thing that matters, akhirnya adalah saya menjadi diri sendiri, saya tidak mengekor, tetapi saya menerima masukan yang baik. Dan di dalam mimpi, saya akan terus bermimpi dan dalam kenyataan saya akan selalu menyatakan.
Jika kamu adalah seseorang, jadilah pribadi yang berpengaruh, i know i'm little now, but i must matter for my sake too and society :D

Akhir kata, saya hanya ingin berpesan, hidup ini cuma sekali *setidaknya yang saya yakini*, jika anda tidak berarti sekarang, kapan lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar