I can't let it go..
Everytime i see it, i just wanting so more.
Not now, not later. I pathetically begging myself to stay.
No, it's not your best yet. And not your worst also.
If you really want it, make up your mind and do some stuff til it's working.
Here we go again~ I know you may not read this, and i've wrote many messages for you, it's futile though.. but.. i just can't let you.. away.
Kisah Aneh Serba Tanggung #okayface
Kamis, 29 Januari 2015
Kamis, 26 Juni 2014
Call me a stalker, I am. I choose to.
Aku kalap, hari-hari ini aku tidak dapat berpikir jernih.
Inikah yang namanya dilanda cinta yang menggebu-gebu.
Kali ini aku paham bagaimana perasaan seorang pujangga, bagaimana raja-raja terkisah di epos Mahabharata tertawan oleh kecantikan dewi-dewi, bidadari, dan wanita cantik jelita.
Sejak pertama, pandanganku tertancap pada parasmu.
Aneh, seharusnya tidak begitu.. Aku tidak tahu apa yang membuatku teralihkan.
Hari-hari berjalan, berusaha kuyakinkan 'kamu tidak akan suka,' 'Kamu hanya penasaran,' 'Ini tidak akan bertahan lama,' 'itu cuma perasaan sementara'..
Aku berusaha menanggapinya biasa saja.
Tetapi ketika waktu memanggil jejak langkahku, perlahan aku sadar.
Sampai sudah selama ini, perasaan itu belum juga hilang. Tidak lagi hilang, justru menguat.
Aku terjerat, oleh semua tingkah lakumu, semua yang kau lakukan apapun itu, terlihat indah, memang indah.
Bukannya ingin melepas jerat, justru aku tenggelam dan terlena. Aku tak ingin dilepas. Aku ingin terkurung dalam jerat keindahan rasa seperti ini.
Aku tidak lagi mempedulikan siapa engkau, seberapa berbedanya apabila aku dan kamu harus dibandingkan.
Tidak lagi, tidak masalah, aku ingin kamu. Sepenuhnya kamu.
Aku tidak tahu caranya. Caranya mendekatimu.
Caranya memberi pesan padamu. Cara berbicara padamu. Cara memandangmu.
Cara membuatmu tertawa, kalau bisa membuatmu senang. Aku sungguh-sungguh terbatas.
Aku pengecut. Aku hanya berani melihatmu dari jauh, memandangimu. Aku tidak mengerti bagaimana kalau harus menjadi akrab denganmu. Aku kalut, aku kikuk, aku gamang, aku bimbang, aku ragu.. Aku ini siapa, beraninya menuntut perhatianmu..
Aku berusaha tahu, ya mencari tahu. Aku ingin bisa dekat denganmu, seperti orang lain bisa dekat dan akrab denganmu. Tapi apakah itu aku hari-hari ini? Aku hanya berani mencari tahu dari piranti dunia maya ini.
Aku tidak benar-benar mengerti mengapa cara ini tidak indah tetapi selama ini aku lakukan.
Aku tidak mengerti mengapa aku tidak berani padamu, aku beku, aku diam, aku berpura-pura.
Lihatlah dirimu, aku mengerti kamu tidak mungkin menganggapku seseorang yang serius.
Aku juga ragu apakah aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau andalkan sekarang dan nanti.
Tapi aku ingin.
Aku hanya bisa memandangimu dari dua dunia, dunia angan yang terasa berjarak dan dunia maya ini.
Aku mencari-cari semua yang bisa kucari. Aku tertarik dan gila penasarannya akan dirimu, parasmu, kepribadianmu, tingkah lucumu, prestasimu, yang selama ini mungkin hanya secuil aku tahu.
Kamu berhasil membuatku tergantung, sama berhasilnya merubah cara pandangku.
Cantik itu yang dari hati. Jujur kamu bukan yang tercantik di luar sana, banyak perbandingan yang mungkin orang lain menilai berbeda. Tapi 'cantik'mu adalah cantik yang aku tunggu-tunggu. Cantik yang dari hatimu..
Cantik yang tidak sekedar cantik.. Cantik yang tidak mengumbar.. Cantik yang istimewa karena pribadimu.
Mengenal dirimu membuatku sadar setiap orang memiliki kecantikannya sendiri, aku menjadi sadar setiap orang akan terlihat istimewa pada orang yang tepat. Dan aku terpaut pada cantik milikmu, aku berharap aku bisa menjadi orang yang tepat.
Aku melihat, mencari, dan menjadi semakin tertarik. Aku seorang penguntitkah? Kalau memang menguntit (stalking) itu seindah ini.. baiklah aku mulai dari sini. Baiklah rasa cintaku terus bertumbuh bukan berkurang. Biarlah aku memulainya dari sejak aku memilihmu, untuk menjadi seseorang yang benar-benar aku nanti dan inginkan. Memilihmu menjadi kebahagiaanku. Memilih resiko yang ada..
Semakin kupandangi setiap ekspresi wajahmu, memori yang tersimpan baik di gambar-gambar itu.. Walau kuberharap aku ada untuk menangkap senyummu itu. Aku semakin tidak berdaya, menahan perasaan senang dan bahagia ini. Setiap kenangan yang mungkin hanya engkau yang benar-benar tahu, aku hanya ingin memahaminya bagiku sendiri.
Jangan salahkan dirimu, jangan ini salahku, aku yang memilih seperti ini.
Pilihan yang tidak semua orang akan menganggapnya baik, aku tidak peduli.
Kumulai dengan stalking, esok pun juga.. karena aku ingin tahu engkau selalu baik dan bahagia.
Aku salah, saat itu. Menunjukkan caraku yang salah. Aku tidak mengerti akan sikapmu. Aku harap kamu tidak salah paham..
Aku yang pengecut ini.. ingin berubah. Tunjukkanlah sesuatu yang mampu meyakinkanku bahwa memilihmu bukanlah sebuah kesalahan hati, bukan karena terbiasa.. tapi karena itu murni.
Terimakasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku, aku tidak ingin mengakhiri kisahnya sekarang. Aku memilih untuk tetap, hari ini aku memilih untuk meneguhkannya padamu.
Inikah yang namanya dilanda cinta yang menggebu-gebu.
Kali ini aku paham bagaimana perasaan seorang pujangga, bagaimana raja-raja terkisah di epos Mahabharata tertawan oleh kecantikan dewi-dewi, bidadari, dan wanita cantik jelita.
Sejak pertama, pandanganku tertancap pada parasmu.
Aneh, seharusnya tidak begitu.. Aku tidak tahu apa yang membuatku teralihkan.
Hari-hari berjalan, berusaha kuyakinkan 'kamu tidak akan suka,' 'Kamu hanya penasaran,' 'Ini tidak akan bertahan lama,' 'itu cuma perasaan sementara'..
Aku berusaha menanggapinya biasa saja.
Tetapi ketika waktu memanggil jejak langkahku, perlahan aku sadar.
Sampai sudah selama ini, perasaan itu belum juga hilang. Tidak lagi hilang, justru menguat.
Aku terjerat, oleh semua tingkah lakumu, semua yang kau lakukan apapun itu, terlihat indah, memang indah.
Bukannya ingin melepas jerat, justru aku tenggelam dan terlena. Aku tak ingin dilepas. Aku ingin terkurung dalam jerat keindahan rasa seperti ini.
Aku tidak lagi mempedulikan siapa engkau, seberapa berbedanya apabila aku dan kamu harus dibandingkan.
Tidak lagi, tidak masalah, aku ingin kamu. Sepenuhnya kamu.
Aku tidak tahu caranya. Caranya mendekatimu.
Caranya memberi pesan padamu. Cara berbicara padamu. Cara memandangmu.
Cara membuatmu tertawa, kalau bisa membuatmu senang. Aku sungguh-sungguh terbatas.
Aku pengecut. Aku hanya berani melihatmu dari jauh, memandangimu. Aku tidak mengerti bagaimana kalau harus menjadi akrab denganmu. Aku kalut, aku kikuk, aku gamang, aku bimbang, aku ragu.. Aku ini siapa, beraninya menuntut perhatianmu..
Aku berusaha tahu, ya mencari tahu. Aku ingin bisa dekat denganmu, seperti orang lain bisa dekat dan akrab denganmu. Tapi apakah itu aku hari-hari ini? Aku hanya berani mencari tahu dari piranti dunia maya ini.
Aku tidak benar-benar mengerti mengapa cara ini tidak indah tetapi selama ini aku lakukan.
Aku tidak mengerti mengapa aku tidak berani padamu, aku beku, aku diam, aku berpura-pura.
Lihatlah dirimu, aku mengerti kamu tidak mungkin menganggapku seseorang yang serius.
Aku juga ragu apakah aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau andalkan sekarang dan nanti.
Tapi aku ingin.
Aku hanya bisa memandangimu dari dua dunia, dunia angan yang terasa berjarak dan dunia maya ini.
Aku mencari-cari semua yang bisa kucari. Aku tertarik dan gila penasarannya akan dirimu, parasmu, kepribadianmu, tingkah lucumu, prestasimu, yang selama ini mungkin hanya secuil aku tahu.
Kamu berhasil membuatku tergantung, sama berhasilnya merubah cara pandangku.
Cantik itu yang dari hati. Jujur kamu bukan yang tercantik di luar sana, banyak perbandingan yang mungkin orang lain menilai berbeda. Tapi 'cantik'mu adalah cantik yang aku tunggu-tunggu. Cantik yang dari hatimu..
Cantik yang tidak sekedar cantik.. Cantik yang tidak mengumbar.. Cantik yang istimewa karena pribadimu.
Mengenal dirimu membuatku sadar setiap orang memiliki kecantikannya sendiri, aku menjadi sadar setiap orang akan terlihat istimewa pada orang yang tepat. Dan aku terpaut pada cantik milikmu, aku berharap aku bisa menjadi orang yang tepat.
Aku melihat, mencari, dan menjadi semakin tertarik. Aku seorang penguntitkah? Kalau memang menguntit (stalking) itu seindah ini.. baiklah aku mulai dari sini. Baiklah rasa cintaku terus bertumbuh bukan berkurang. Biarlah aku memulainya dari sejak aku memilihmu, untuk menjadi seseorang yang benar-benar aku nanti dan inginkan. Memilihmu menjadi kebahagiaanku. Memilih resiko yang ada..
Semakin kupandangi setiap ekspresi wajahmu, memori yang tersimpan baik di gambar-gambar itu.. Walau kuberharap aku ada untuk menangkap senyummu itu. Aku semakin tidak berdaya, menahan perasaan senang dan bahagia ini. Setiap kenangan yang mungkin hanya engkau yang benar-benar tahu, aku hanya ingin memahaminya bagiku sendiri.
Jangan salahkan dirimu, jangan ini salahku, aku yang memilih seperti ini.
Pilihan yang tidak semua orang akan menganggapnya baik, aku tidak peduli.
Kumulai dengan stalking, esok pun juga.. karena aku ingin tahu engkau selalu baik dan bahagia.
Aku salah, saat itu. Menunjukkan caraku yang salah. Aku tidak mengerti akan sikapmu. Aku harap kamu tidak salah paham..
Aku yang pengecut ini.. ingin berubah. Tunjukkanlah sesuatu yang mampu meyakinkanku bahwa memilihmu bukanlah sebuah kesalahan hati, bukan karena terbiasa.. tapi karena itu murni.
Terimakasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku, aku tidak ingin mengakhiri kisahnya sekarang. Aku memilih untuk tetap, hari ini aku memilih untuk meneguhkannya padamu.
Selasa, 25 Februari 2014
Little thing that matters
Selamat datang kawan di blog saya, udah lama ga update sejak tahun lalu ya *berasa lama. Oke tahun 2014, tidak terasa bulan Januari lalu saya sudah menginjak usia 21 tahun *yihaaaa.. mendadak merasa tua, kasih selamat dong*, ngga ada yang spesial sih. Awal tahun ini diisi dengan UAS (yang untungnya menghasilkan nilai lumayan untuk IPK) juga liburan yang so-so dan boring. IPK naik bagus, saya tidak pernah membayangkan bakal begini dari IP dibawah 3 jadi diatas 3, muka senang. Hihihi, tanda bagus saya lumayan mau bekerja keras dalam belajar, walaupun masih dalam kategori malas. Menyibak hari demi hari yang dilalui saya sempat dan masih menyesal mengapalah saya belum berubah.
On topic-nya adalah, Little thing that matters (hal kecil yang berpengaruh). Mereka mengenal saya - NIKKI SAMUASA - sebagai pribadi yang pendiam, tidak suka bergaul, menakutkan<-untuk cewe mungkin.., kumuh, dan pemalas. Saya sepertinya sudah bisa terbiasa dengan segala julukan itu dan bagi saya tidak masalah *ya begitu memang kenyataannya :v . Satu hari saya dan ketiga teman karib saya (namanya saya ganti jadi Mbel, Tong dan Mbul) membuat inisiatif di awal tahun, kami sepakat *selayaknya anak muda yang mengaluri rumitnya kehidupan masa transisi -apasih?* untuk membuat resolusi tahun ini, ya.. tahun ini which is 2014 *prok-prok lagi dong, garing woy!!* . Nah disitu (di secarik kertas lusuh) saya oret-oret (tulis) resolusi saya untuk tahun ini, gaya saya menulis kayaknya sok deh.. dan poin-poin yang dituangkan easy but not ease.. Malam itu kami 'berkomitmen' untuk 'berani'.. This is our time, this is the moment of courage (waktunya tampil berani). Semuanya submit, semuanya setuju, semuanya optimis dan semuanya mau berusaha, semuanya menjalankan dengan waktu dan caranya masing-masing.
Langkah awal tadi.. sebenarnya adalah satu hal yang memicu sebuah kehilangan nilai dalam diri saya, Little thing that matters, yaitu keberanian untuk berkomitmen (selanjutnya bertanggungjawab) *eh.. serius amat pak..*. Selama ini saya sadar *pake banget* saya ini terbawa arus.. maunya gak ngapa-ngapain tapi dapet apa-apa.. saya pasif banget orangnya. Penakut, sok tahu, dan kalau mau dibilang sok nggurui (sok menasehati gitu deh) tapi gak ada satupun nilai keberlakuan dalam diri saya sendiri *sedih dan meratap betapa pak tessy, eh pathetic*.. Saya kehilangan segala apa yang pribadi diri yang saya punya sewaktu kecil, saya yang selalu tersenyum tak peduli betapa jelek senyum saya, saya yang selalu mau tahu tak peduli betapa mengganggunya saya bagi orang lain.. Saya kehilangan sesuatu untuk menikmati hidup, saya tidaklah anak kecil tapi saya juga belum dewasa. Saya berpikir bahwa saya hanyalah sampah masyarakat, dan segala sesuatu yang sudah saya capai, hanyalah pure luck yang gak ada artinya sama sekali di mata orang.
Kesadaran seperti inilah, yang saya ingin jadikan sebuah thing sebuah benda sebuah motivasi sebuah jalur pacu untuk mau berubah, bergerak meski lamban namun pasti. Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, bahwa orang sukses itu berawal dari kemauan dan usaha, meski ia sendiri tidak langsung tahu apa yang akan didapat kedepannya, tapi ia selalu beriman lagi percaya.
Hmmm... Little thing that matters, komitmen untuk berani itu saya temukan, bila saya tahu tujuan hidup. Tujuan hidup.. masih-masih sangat kabur, saya tahu saya masih menjadi beban orang tua, saya juga masih menjadi beban bagi teman, saya juga selalu kabur dari realita, dan saya sepenuhnya sadar. Oleh karenanya hal kecil itu juga, saya mau berubah, demi semua orang yang sudah saya bebani *berikan aku harapan* ..
Juga Little thing that matters, saya.. termotivasi oleh seseorang. Mungkin tidak langsung saya seberani seperti dia, tapi saya juga mau jadi seperti dia. Dia mungkin tidak menoleh pada saya, saya juga tidak paham siapa dia. Saya melihatnya sebagai sosok yang luar biasa, tulus juga sangat murah hati, rendah hati, optimis, dan saya paling suka adalah bahwa dia tidak pernah ingin untuk menghakimi orang seenaknya dan saya bisa paham.. Dia mungkin biasa, dan melakukannya dalam taraf biasa. Tetapi apa yang saya lihat, dia berjuang, dia memaksa (dalam hal baik), dan dia memberanikan diri untuk itu. Tidak banyak orang yang saya lihat tanpa cacat cela, tapi bagiku kamu mendekati itu. Dia juga makhluk pemimpi sepertiku, dia juga manusia biasa yang bisa malas sepertiku, dia juga mungkin pendiam, tetapi.. tetapi.. dia melampauinya, bukan untuk menjadi orang lain, tetapi untuk menjadi dirinya yang lebih dari pribadi yang lama. Ya saya terinspirasi anda. Sayapun tidak akan malu mengakuinya. Untukmu yang sudah menjadi terang, aku berterimakasih *aihhhhh
Saya tidak berharap, saya bisa menjadi sinar di langit. Little thing that matters, akhirnya adalah saya menjadi diri sendiri, saya tidak mengekor, tetapi saya menerima masukan yang baik. Dan di dalam mimpi, saya akan terus bermimpi dan dalam kenyataan saya akan selalu menyatakan.
Jika kamu adalah seseorang, jadilah pribadi yang berpengaruh, i know i'm little now, but i must matter for my sake too and society :D
Akhir kata, saya hanya ingin berpesan, hidup ini cuma sekali *setidaknya yang saya yakini*, jika anda tidak berarti sekarang, kapan lagi?
Senin, 18 November 2013
Tidak Lagi, Tidak Boleh Lagi.
Dahulu saya berpikir, setiap orang selalu diberi kesempatan kedua, apabila ia cukup beruntung, mungkin orang disekitar bisa bersabar.
Tetapi lambat laun, kenyataan dengan bayangan saya seperti berbeda jauh.
Ternyata saya telah terjerembab, di kesalahan yang bodoh.
Kesalahan yang berulang-ulang, berlarut-larut.
Tidak bisa hilang ya rupanya, sesimple itu.
Tidak bercermin, tidak melihat pada realita, hanya mau berpikir pada bayang-bayang utopia.
Mungkin saya sangat egois, hanya tidak ingin sendiri. Benarkan demikian?
Untuk statuskah? Tidak punya harga diri lagi..
Lantas untuk apa? Tidak kamu cari arti itu?
Jadi apa saja?, Kamu belum pernah jadi apapun. Seharusnya apa yang dari awal dikejar, bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba dan seketika merebut segala perhatianmu.
Fokus. Satu kata yang sulit untuk direalisasikan ketika, ketika tiap hari, dibayang-bayangi kecemasan, kekhawatiran, paranoia yang tidak jelas. Delusi yang dihasilkan pikiran ini sendiri.
Apa manfaatnya? Kenapa? Masih? Tidak jera?
Sudah dapat apa?
Rentetan pertanyaan yang kutujukan pada diri sendiri, yang selamanya tidak dapat kujawab dengan kejujuran hati.
Racun apa yang sudah menghinggapi logikamu? Punya masa depan apa, kalau selalu disibukkan dengan cerita orang lain?
Kamu tidak menulis cerita untuk dirimu sendirikah? Apabila dirimu merasa mampu, siapa pula dirimu mampu mengangkat dirimu sendiri.
Temanmu memang ada, ada. Tapi di tengah kelammu, kumuh, luluhmu, apa mereka akan selalu menolongmu?
Rencana apa lagi?
Belum jera.. belum..
Katakanlah, tidak dan tidak lagi. Betapa susahnyapun hal itu dilepas, kamu tahu mana yang lebih baik. Sekarangpun sanggupkanlah sesuatu yang berat itu, bila memang beban itu tidak pernah begitu menguatkanmu..
Maka untuk apa lagi dipertahankan, itu hanya kerisauanmu yang tak berujung.
Bukan tuntunan yang benar. Kembalilah dirimu, peganglah perkataanmu.
Berdamailah dengan dirimu sendiri, dan kembalilah ke jalan mana yang benar.
Tetapi lambat laun, kenyataan dengan bayangan saya seperti berbeda jauh.
Ternyata saya telah terjerembab, di kesalahan yang bodoh.
Kesalahan yang berulang-ulang, berlarut-larut.
Tidak bisa hilang ya rupanya, sesimple itu.
Tidak bercermin, tidak melihat pada realita, hanya mau berpikir pada bayang-bayang utopia.
Mungkin saya sangat egois, hanya tidak ingin sendiri. Benarkan demikian?
Untuk statuskah? Tidak punya harga diri lagi..
Lantas untuk apa? Tidak kamu cari arti itu?
Jadi apa saja?, Kamu belum pernah jadi apapun. Seharusnya apa yang dari awal dikejar, bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba dan seketika merebut segala perhatianmu.
Fokus. Satu kata yang sulit untuk direalisasikan ketika, ketika tiap hari, dibayang-bayangi kecemasan, kekhawatiran, paranoia yang tidak jelas. Delusi yang dihasilkan pikiran ini sendiri.
Apa manfaatnya? Kenapa? Masih? Tidak jera?
Sudah dapat apa?
Rentetan pertanyaan yang kutujukan pada diri sendiri, yang selamanya tidak dapat kujawab dengan kejujuran hati.
Racun apa yang sudah menghinggapi logikamu? Punya masa depan apa, kalau selalu disibukkan dengan cerita orang lain?
Kamu tidak menulis cerita untuk dirimu sendirikah? Apabila dirimu merasa mampu, siapa pula dirimu mampu mengangkat dirimu sendiri.
Temanmu memang ada, ada. Tapi di tengah kelammu, kumuh, luluhmu, apa mereka akan selalu menolongmu?
Rencana apa lagi?
Belum jera.. belum..
Katakanlah, tidak dan tidak lagi. Betapa susahnyapun hal itu dilepas, kamu tahu mana yang lebih baik. Sekarangpun sanggupkanlah sesuatu yang berat itu, bila memang beban itu tidak pernah begitu menguatkanmu..
Maka untuk apa lagi dipertahankan, itu hanya kerisauanmu yang tak berujung.
Bukan tuntunan yang benar. Kembalilah dirimu, peganglah perkataanmu.
Berdamailah dengan dirimu sendiri, dan kembalilah ke jalan mana yang benar.
Senin, 11 November 2013
Intisari Kehidupan, Sesuatu yang membuatmu Ketagihan, Addicted, Kecanduan.. [Go On]
Halo pemirsa, kabar baik saya nulis lagi kisah tanggung dan tidak jelas ini. Sudah males 2 bulanan :v
Mungkin anda merindukan kabar penulis? Saya bukan penulis.
Masih mau dengar cerita absurd saya, Anda diam-diam baca ya (?) Lope-lope dah :3
Baiklah, kisah di bangku pembelajaran, masih biasa saja.
Tidak berkembang pesat, juga tidak merosot jauh-jauh, bisa dibilang staknan.
Loh, kok bisa? Ini dikarenakan tingkat intelegensia yang tidak dibarengi niat.
Akibat dari candu.. tagih.. nagih.. hutang :3
Bukan dong...
Tapi akibat dari kecanduan segala sesuatunya yang membuatmu menjadi tidak fokus.
Oops.. Whoops..
Saya bukan anak kost-an, cuma tinggal di kost-an [badluck] <- eits disyukuri bro, pesannya sih begitu.
Oke.. Elaborasi.
Tugas kelar, Ujian Tengah Semester kelar, #mahasiswa. Soal hasil belakangan pas akhir semester :v
Proses menuju ke titik yang sekarang, rasa-rasanya cukup terasa lebih baik dari yang dulu-dulu..
flashback ke masa lalu (perhatikan tulisan cetak miring, iyak berhenti disitu...)
Addicted to flashback (?) Past days (?)
No, no, no.. Keminggris koe...
Beberapa hal, ketagihanku itu banyak..
Contoh.. Ketagihan males.. gerak.. idle..
Ketagihan Tidur.. hobi :3 bisa terus..
Ketagihan Ngemil... Makan.. *terkontrol
Ketagihan Internetan, Sosmed-tan (sok sok jadi motivator bijak - salah sasaran), Stalking ~suit-suit~ Gebetan (berasa punya).. #okayface
Ketagihan main dota :v yang tau aja, aku soal ini. MENGGILA. ampe dibilang maniak, tapi tetep gak ada hasil dari main, merugi dan still a noob..
Lalu ketagihan, mikirin, merenung, kosong.. Sungguh tidak berguna, segala distraksi dalam otak ini.
Termasuk ketagihan, kecanduan, mikirin masa lalu.
Indah (?) bisa jadi
Langka (?) ya bener.
Tak terlupakan (?) Pliss aku masih 20 tahun ~ sekarang.. belum sepikun itu lah..
Bahasane iku.. Terngiang-ngiang.. aseekk.. :3
Masa laluku ya gak gitu-gitu aja, bukan konten asmara, berasa punya #hina
So why? (Taslim mode on)
Masa lalu ya, soal keluarga, soal kondisi dari tahun ke tahun, siklus kehidupan ini..
Semuanya jadi alasan yang dialasan-kan bagiku untuk terdistraksi oleh pikiran syeeeeetaaaannn...
untuk.. MALAS.
Sering berjanji.. bagi diri sendiri. "He jangan malas, ayo belajar, siapa yang mau banggain orangtuamu selain kamu heh?"
Terus janji ke orang lain, "Aku akan berusaha sebaik mungkin, jangan remehkan aku - srepet-srepet - nama penulis konten absurd ini diselipkan"
Terus sok-sokan udah memberlakukan untuk dirinya sendiri dengan statusisasi Sosial Media (ikut-ikut tren sebulanan lalu)
Terus kamu yang mbaca ini sekarang cape.. ini intinya apa?
Berdasarkan metode penelitian kualitatif (serius).. *dipelajari tadi siang..
Aspek cakupan dari objektifitas penelitian kualitatif itu harus luas.
Jadi kalo absurd kek gw kan makin luas jabarannya #ngaco
Berdasarkan, pemahaman saya akan realita sosial, bahwa saya adalah seorang yang malas, jomblo katrok, pemuda tanggung, dan hampir-hampir tidak berguna bagi masyarakat. Asosial, apolitis, a-seksual (?)
Maka saya umumkan bahwa kelanjutan kisah ini diberhentikan dulu, cape bro, mau ngapain?
MAU NGAPAIN?
Anda tidak perlu mengerti apa yang saya tulis disini, anda hanya harus membacanya..
Salah.. anda tidak akan mau membacanya..
You wonder why, this person wrote a useless thread like this, wahahaha..
Biar gak bner, gak berisi, yang penting..
Intinya apa yang membuatmu candu, nagih, addict asal dalam kadar yang bertanggungjawab dan tidak merugikan orang lain.. GO ON aja.. walaupun pada dasarnya setiap tindakan kita akan berdampak bagi orang lain juga, be cool bro, stay still..
Makasi, gak lucu? Biarin. Akhir kata, Tengkyu sangad.
11.11.2013
Mungkin anda merindukan kabar penulis? Saya bukan penulis.
Masih mau dengar cerita absurd saya, Anda diam-diam baca ya (?) Lope-lope dah :3
Baiklah, kisah di bangku pembelajaran, masih biasa saja.
Tidak berkembang pesat, juga tidak merosot jauh-jauh, bisa dibilang staknan.
Loh, kok bisa? Ini dikarenakan tingkat intelegensia yang tidak dibarengi niat.
Akibat dari candu.. tagih.. nagih.. hutang :3
Bukan dong...
Tapi akibat dari kecanduan segala sesuatunya yang membuatmu menjadi tidak fokus.
Oops.. Whoops..
Saya bukan anak kost-an, cuma tinggal di kost-an [badluck] <- eits disyukuri bro, pesannya sih begitu.
Oke.. Elaborasi.
Tugas kelar, Ujian Tengah Semester kelar, #mahasiswa. Soal hasil belakangan pas akhir semester :v
Proses menuju ke titik yang sekarang, rasa-rasanya cukup terasa lebih baik dari yang dulu-dulu..
flashback ke masa lalu (perhatikan tulisan cetak miring, iyak berhenti disitu...)
Addicted to flashback (?) Past days (?)
No, no, no.. Keminggris koe...
Beberapa hal, ketagihanku itu banyak..
Contoh.. Ketagihan males.. gerak.. idle..
Ketagihan Tidur.. hobi :3 bisa terus..
Ketagihan Ngemil... Makan.. *terkontrol
Ketagihan Internetan, Sosmed-tan (sok sok jadi motivator bijak - salah sasaran), Stalking ~suit-suit~ Gebetan (berasa punya).. #okayface
Ketagihan main dota :v yang tau aja, aku soal ini. MENGGILA. ampe dibilang maniak, tapi tetep gak ada hasil dari main, merugi dan still a noob..
Lalu ketagihan, mikirin, merenung, kosong.. Sungguh tidak berguna, segala distraksi dalam otak ini.
Termasuk ketagihan, kecanduan, mikirin masa lalu.
Indah (?) bisa jadi
Langka (?) ya bener.
Tak terlupakan (?) Pliss aku masih 20 tahun ~ sekarang.. belum sepikun itu lah..
Bahasane iku.. Terngiang-ngiang.. aseekk.. :3
Masa laluku ya gak gitu-gitu aja, bukan konten asmara, berasa punya #hina
So why? (Taslim mode on)
Masa lalu ya, soal keluarga, soal kondisi dari tahun ke tahun, siklus kehidupan ini..
Semuanya jadi alasan yang dialasan-kan bagiku untuk terdistraksi oleh pikiran syeeeeetaaaannn...
untuk.. MALAS.
Sering berjanji.. bagi diri sendiri. "He jangan malas, ayo belajar, siapa yang mau banggain orangtuamu selain kamu heh?"
Terus janji ke orang lain, "Aku akan berusaha sebaik mungkin, jangan remehkan aku - srepet-srepet - nama penulis konten absurd ini diselipkan"
Terus sok-sokan udah memberlakukan untuk dirinya sendiri dengan statusisasi Sosial Media (ikut-ikut tren sebulanan lalu)
Terus kamu yang mbaca ini sekarang cape.. ini intinya apa?
Berdasarkan metode penelitian kualitatif (serius).. *dipelajari tadi siang..
Aspek cakupan dari objektifitas penelitian kualitatif itu harus luas.
Jadi kalo absurd kek gw kan makin luas jabarannya #ngaco
Berdasarkan, pemahaman saya akan realita sosial, bahwa saya adalah seorang yang malas, jomblo katrok, pemuda tanggung, dan hampir-hampir tidak berguna bagi masyarakat. Asosial, apolitis, a-seksual (?)
Maka saya umumkan bahwa kelanjutan kisah ini diberhentikan dulu, cape bro, mau ngapain?
MAU NGAPAIN?
Anda tidak perlu mengerti apa yang saya tulis disini, anda hanya harus membacanya..
Salah.. anda tidak akan mau membacanya..
You wonder why, this person wrote a useless thread like this, wahahaha..
Biar gak bner, gak berisi, yang penting..
Intinya apa yang membuatmu candu, nagih, addict asal dalam kadar yang bertanggungjawab dan tidak merugikan orang lain.. GO ON aja.. walaupun pada dasarnya setiap tindakan kita akan berdampak bagi orang lain juga, be cool bro, stay still..
Makasi, gak lucu? Biarin. Akhir kata, Tengkyu sangad.
11.11.2013
Minggu, 13 Oktober 2013
Apalah Artinya Move On (Edisi: Galau)
Tak bilangi ya rek, capek nulis gaya italic koyok ngene kuii meaningless sisan..
Penyesuaian aja ya brooo..
Malam ini, 13.10.2013.
Cukup cetarr, ketika terlintas semua janji manisku pada diri sendiri..
Harus mencapai target ini-itulah.. yang harus jago berbahasa lah, yang harus berwawasan luas lah, yang harus pandai dan cakap banyak hal lah.. Kesempurnaan hanya milik Tuhan semata.. #betulitu
Saya sekarang menjelang 21 tahun, masih bodo.. Jauh dari harapan.. *harapanku jangan pergi T_T
Secara fisik, jauh dari rupawan, tidak terawat.
Secara psikis, jauh dari waras, tidak terkontrol.
Kehidupanku hanya terjadi pada ranah perut dan otak. Otot (?) Letooooooyyyy
Pledoi ini, aku tulis untukmu yang pernah menoreh di hati *echiyeeeaaaahhhh :D
#SALAMREVOLUSI pasca influence Marxis :D
Seriusss.. Seriuusss... *gak bisa*
Malam Galo..
Jujur saja, saya sudah capek denger kata, "Kamu itu kalau mau dapet sesuatu, harus memantaskan diri bagi orang tersebut" (Quote pak Motivator)
Yo, kata orang sih Hidup tidak semudah kata-kata pak motivator, ya ada benernya juga..
Ini nih.
Masuk kuliah, tidak punya gambaran, asal masuk..
Oke.. p e r e m p u a n , yang namanya perempuan pasti menarik hati lah ya..
entah fisik entah pribadi.. semuanya :D
Bertemu dengan seseorang yang tidak pernah diduga sebelumnya memang asik sih,
Bisa kenalan dengan orang baru, kadang aku juga tidak suka.. *saya tertutup orangnya*
Tidak banyak orang yang bisa apalagi mau mengerti saya..
Sehingga.. perhatian-perhatian kecil kadang, terkadang sangat berpengaruh bagi saya.
Bahkan bila kalian menganggap itu hal yang biasa saja.
Oke, kamu salah satunya.. *kok males nerusine rek*
Yo opo yo.. sejak momen itu, saya lebih sering stalking..
Judging, scrolling *internet*
Bagaimanapun juga, tatapan tiap kali bertemu, entah harus saya kategorikan sebagai apa..
Sinis (?) Tidak peduli (?) Ada hal lain (?)
Saya kira bukan..
Belum, mungkin anda sudah, tapi saya belum..
Belum lupa, dan belum ingin..
Udah lah, bahasa nya kok pathetic sekali..
-________________-
Cukup sampai disini ceritanya, lanjut besok-besok udah ngantuk, tengkyu sangat preenn..
Penyesuaian aja ya brooo..
Malam ini, 13.10.2013.
Cukup cetarr, ketika terlintas semua janji manisku pada diri sendiri..
Harus mencapai target ini-itulah.. yang harus jago berbahasa lah, yang harus berwawasan luas lah, yang harus pandai dan cakap banyak hal lah.. Kesempurnaan hanya milik Tuhan semata.. #betulitu
Saya sekarang menjelang 21 tahun, masih bodo.. Jauh dari harapan.. *harapanku jangan pergi T_T
Secara fisik, jauh dari rupawan, tidak terawat.
Secara psikis, jauh dari waras, tidak terkontrol.
Kehidupanku hanya terjadi pada ranah perut dan otak. Otot (?) Letooooooyyyy
Pledoi ini, aku tulis untukmu yang pernah menoreh di hati *echiyeeeaaaahhhh :D
#SALAMREVOLUSI pasca influence Marxis :D
Seriusss.. Seriuusss... *gak bisa*
Malam Galo..
Jujur saja, saya sudah capek denger kata, "Kamu itu kalau mau dapet sesuatu, harus memantaskan diri bagi orang tersebut" (Quote pak Motivator)
Yo, kata orang sih Hidup tidak semudah kata-kata pak motivator, ya ada benernya juga..
Ini nih.
Masuk kuliah, tidak punya gambaran, asal masuk..
Oke.. p e r e m p u a n , yang namanya perempuan pasti menarik hati lah ya..
entah fisik entah pribadi.. semuanya :D
Bertemu dengan seseorang yang tidak pernah diduga sebelumnya memang asik sih,
Bisa kenalan dengan orang baru, kadang aku juga tidak suka.. *saya tertutup orangnya*
Tidak banyak orang yang bisa apalagi mau mengerti saya..
Sehingga.. perhatian-perhatian kecil kadang, terkadang sangat berpengaruh bagi saya.
Bahkan bila kalian menganggap itu hal yang biasa saja.
Oke, kamu salah satunya.. *kok males nerusine rek*
Yo opo yo.. sejak momen itu, saya lebih sering stalking..
Judging, scrolling *internet*
Bagaimanapun juga, tatapan tiap kali bertemu, entah harus saya kategorikan sebagai apa..
Sinis (?) Tidak peduli (?) Ada hal lain (?)
Saya kira bukan..
Belum, mungkin anda sudah, tapi saya belum..
Belum lupa, dan belum ingin..
Udah lah, bahasa nya kok pathetic sekali..
-________________-
Cukup sampai disini ceritanya, lanjut besok-besok udah ngantuk, tengkyu sangat preenn..
Malam ini enaknya ngapain? (Edisi: Berbagi)
Oke sudah cukup lama tidak update blog gaje yang jauh dari sempurna ini..
Saya bantu anda mengingat betapa menyedihkan dan absurd-nya pribadi ini, garing dan tidak lucu. Sementara ingin sekali didengar. #salamrevolusi!
Dimulai dari perjalanan mules kapan hari itu, di restoran cepat saji, sebut saja MeikelDee..
Sesaat sebelum memasuki restoran sih, memang sudah ngerasa mules, wuihhh...
Nggrunjel jeh.. (Pergulatan di perut ceritanya), masuk..
IN..
Duduk di sofa biasanya (biasanya, saya dan teman saya duduk disini kalau makan di MeikelDee spot deket rumah), sudah pesan makanan..
Makan, cerita-cerita.. Cerita apa saja lah, mau mantan (cihuuuyyy.. berasa punya), cerita jurnal dan kehidupan kuliah, cerita gebetan :D (ngarep), pokonya cerita yang bisa didengar telinga, mau itu rasan-rasan orang lain juga :v
Singkat kata, singkat cerita.. hidangan telah tuntas disantap kedua mulut ganas ini.
Ya sehabis makan, perutku kembali bergejolak.. Arrrrrrwwwrrrhhhh..
Suram. Cepet-cepet lari ke kamar mandi :D,
Huuuh huuuh fiuhhhh, sampe, dafuq!! Toiletnya kepake...
Pergulatan di usus makin gaje puooolll, adududuhhh.. gak tahan berrooohhhh..
Orang-orang sudah lalu lalang, menikmati kucuran stand-toilet (ngarang namanya) buat kencing itu..
Sementara, aku ini sudah di ambang, ambang pengeluaran.. Pintunya masih belum dibuka.
Beuhhhh... Keringat dingin bercucuran :O *tes tes tes*
Pucuk pucuk pucuk *sebuah iklan produk minuman teh kemasan*
Lalu lalang hampir 3x, stand toilet (ngarang pol jehhh) dan masih belum dibuka..
Pucuk pucuk pucuk, udah gw tahannnnnn banggetz ampe Super Saiya 3 tetep gak tahannnn... KETUBAN PECAH SATU.. Broooooosssshhhh *censored*
Hahahaha, kecepirit toh, Menahan muka ngeden yang sangat di pergantian aktor pelepas air seni itu rasanya.. Okeh.. kecepirit..
Dafuqnya, KETUBAN DUA PECAH.. brooosshh.. ngahahahah.. *jijik e poll*
untung sih, gak ngeflush masih bisa ditahan, eh akhirnya mukjizat terjadi, tapi telat :V
Pintu toilet telah dibuka, dan seorang anak kecil keluar, sweeettt.. *agak emosi sih gw :v *
Btw lu denger cerita gw jijik banget ya? Komen aj bro.. feel free to ngehina
Ini cuma mau nge-honest dikit bro.
Yah... Tidak sampai disitu saja, hajat ini harus dikeluarkan, bergegas.. *sret.. sret.. sret..*
Sejurus kemudian, kulihat, ada oportuniti :v ternyata eh ternyata kemampuan menahan tinja ini lumayan.
Pihak ternodai hanya sedikit, sebut saja daleman.. selapis doang gw pakenya :O
Nyahahahah.. hansamu desu.. Aktif pasif, kulinerii.. mmuachh.. mmuachh..
Ngegaje.. oke..
Ternyata setelah membuang hajat, LEGAAAA.... saya harus berpikir..
berpikirr.... berpikir..... berpikirrr... keras....
hooo... ini cuma ada daleman atu, kaga ada sabun, kaga ada daleman cadangan *ya iyala, masa gw bawa cadangan mau makan doang*
oke, saya putuskan, after doing some caw** ahahah.. pake tisu pula, sampe dipastikan *aisshhh juijik pek*
Oke skip skip skip dat part beroo.. del del del.. nah, berpikir lagi.. keras..
Ini daleman gw harus bersihin.. Nyahahah.. bloomy glory sunday, ain't nobody.. ain't nobody got time for that.. ga ada fasilitas yang memadai selain tisu dan semprotan WC.. Oke.. Oke..
aku lihat ada tempat sampah, ahh.. terpikir waktu kecil juga gak pernah pake daleman, sekali-kali gak pake,.. gak ketahuan ini :3 *nyahahhah..*
Buehhhh, dalem tuh wadah sampah, tisu, tisu, tisu bekas EEQ..
oke.. gak sekedar buang aj tuh CD, ane gali ulang tuh tisu *ieeuuhhhh....*
Untuk menutupi CD-ku yang kotor *pfffffttt*
Plungggg... atur ulang.. *sreek.. sreekk.. srekk..*
CUCI TANGAN... YOKAIIII!!!!! SELESAIII!!!
Keluar dari Toire dengan perasaan lega, innocentia, dan penuh kebebasan dan kemenangan, walaupun harus ngorbanin CD atu.. bahahahahahaha.. Ahay lah pokoknya pengalaman ku ini..
Tersenyum, kita pulang saja, santainya.
Dalam hati, yoo.. nyinyir dan mikir..
Kalian yang mbaca, ojok jijik pekk..
Biasa ae, setiap manusia pasti pernah mengalami hal yang tidak diinginkan. Terima sajalah.. *he aku gak koyok kon yo, bahahahah...*
Okelah. Tengkyu frennnnnn :D sudah mendengarkan kisah jijik-ku.. #FUUUUU
Keep Revolusi!!
Saya bantu anda mengingat betapa menyedihkan dan absurd-nya pribadi ini, garing dan tidak lucu. Sementara ingin sekali didengar. #salamrevolusi!
Dimulai dari perjalanan mules kapan hari itu, di restoran cepat saji, sebut saja MeikelDee..
Sesaat sebelum memasuki restoran sih, memang sudah ngerasa mules, wuihhh...
Nggrunjel jeh.. (Pergulatan di perut ceritanya), masuk..
IN..
Duduk di sofa biasanya (biasanya, saya dan teman saya duduk disini kalau makan di MeikelDee spot deket rumah), sudah pesan makanan..
Makan, cerita-cerita.. Cerita apa saja lah, mau mantan (cihuuuyyy.. berasa punya), cerita jurnal dan kehidupan kuliah, cerita gebetan :D (ngarep), pokonya cerita yang bisa didengar telinga, mau itu rasan-rasan orang lain juga :v
Singkat kata, singkat cerita.. hidangan telah tuntas disantap kedua mulut ganas ini.
Ya sehabis makan, perutku kembali bergejolak.. Arrrrrrwwwrrrhhhh..
Suram. Cepet-cepet lari ke kamar mandi :D,
Huuuh huuuh fiuhhhh, sampe, dafuq!! Toiletnya kepake...
Pergulatan di usus makin gaje puooolll, adududuhhh.. gak tahan berrooohhhh..
Orang-orang sudah lalu lalang, menikmati kucuran stand-toilet (ngarang namanya) buat kencing itu..
Sementara, aku ini sudah di ambang, ambang pengeluaran.. Pintunya masih belum dibuka.
Beuhhhh... Keringat dingin bercucuran :O *tes tes tes*
Pucuk pucuk pucuk *sebuah iklan produk minuman teh kemasan*
Lalu lalang hampir 3x, stand toilet (ngarang pol jehhh) dan masih belum dibuka..
Pucuk pucuk pucuk, udah gw tahannnnnn banggetz ampe Super Saiya 3 tetep gak tahannnn... KETUBAN PECAH SATU.. Broooooosssshhhh *censored*
Hahahaha, kecepirit toh, Menahan muka ngeden yang sangat di pergantian aktor pelepas air seni itu rasanya.. Okeh.. kecepirit..
Dafuqnya, KETUBAN DUA PECAH.. brooosshh.. ngahahahah.. *jijik e poll*
untung sih, gak ngeflush masih bisa ditahan, eh akhirnya mukjizat terjadi, tapi telat :V
Pintu toilet telah dibuka, dan seorang anak kecil keluar, sweeettt.. *agak emosi sih gw :v *
Btw lu denger cerita gw jijik banget ya? Komen aj bro.. feel free to ngehina
Ini cuma mau nge-honest dikit bro.
Yah... Tidak sampai disitu saja, hajat ini harus dikeluarkan, bergegas.. *sret.. sret.. sret..*
Sejurus kemudian, kulihat, ada oportuniti :v ternyata eh ternyata kemampuan menahan tinja ini lumayan.
Pihak ternodai hanya sedikit, sebut saja daleman.. selapis doang gw pakenya :O
Nyahahahah.. hansamu desu.. Aktif pasif, kulinerii.. mmuachh.. mmuachh..
Ngegaje.. oke..
Ternyata setelah membuang hajat, LEGAAAA.... saya harus berpikir..
berpikirr.... berpikir..... berpikirrr... keras....
hooo... ini cuma ada daleman atu, kaga ada sabun, kaga ada daleman cadangan *ya iyala, masa gw bawa cadangan mau makan doang*
oke, saya putuskan, after doing some caw** ahahah.. pake tisu pula, sampe dipastikan *aisshhh juijik pek*
Oke skip skip skip dat part beroo.. del del del.. nah, berpikir lagi.. keras..
Ini daleman gw harus bersihin.. Nyahahah.. bloomy glory sunday, ain't nobody.. ain't nobody got time for that.. ga ada fasilitas yang memadai selain tisu dan semprotan WC.. Oke.. Oke..
aku lihat ada tempat sampah, ahh.. terpikir waktu kecil juga gak pernah pake daleman, sekali-kali gak pake,.. gak ketahuan ini :3 *nyahahhah..*
Buehhhh, dalem tuh wadah sampah, tisu, tisu, tisu bekas EEQ..
oke.. gak sekedar buang aj tuh CD, ane gali ulang tuh tisu *ieeuuhhhh....*
Untuk menutupi CD-ku yang kotor *pfffffttt*
Plungggg... atur ulang.. *sreek.. sreekk.. srekk..*
CUCI TANGAN... YOKAIIII!!!!! SELESAIII!!!
Keluar dari Toire dengan perasaan lega, innocentia, dan penuh kebebasan dan kemenangan, walaupun harus ngorbanin CD atu.. bahahahahahaha.. Ahay lah pokoknya pengalaman ku ini..
Tersenyum, kita pulang saja, santainya.
Dalam hati, yoo.. nyinyir dan mikir..
Kalian yang mbaca, ojok jijik pekk..
Biasa ae, setiap manusia pasti pernah mengalami hal yang tidak diinginkan. Terima sajalah.. *he aku gak koyok kon yo, bahahahah...*
Okelah. Tengkyu frennnnnn :D sudah mendengarkan kisah jijik-ku.. #FUUUUU
Keep Revolusi!!
Langganan:
Postingan (Atom)